SANG TUAN YANG KU RINDU DAN KU CEMBURU
SANG TUAN YANG KU RINDU DAN KU CEMBURU Medan, 7 Maret 2013 (Nurul) Terkait Hati, tak semua orang yang tahu Di tutupi senyuman, keceriaan, lelucon dan perhatian Ia tersimpan manis di bilik terkecil hati Entah ia bosan atau resah atas peliknya penantian Penantian semu yang tak berujung Hanya sebuah alas an untuk menyampaikan keluh Padahal, sudah jelas isyarat itu bagaikan gayung tak bersambut Namun masih saja, harapan dan khayalan seakann terus di anut Cemburu menggebu tak tertanding Cemburu pada gayung yang sudah bertuan Namun,.. ia tetaplah selayaknya cemburu selalu ada rasa ingin berpemilik Namun,.. apa pula arti cemburu haru membiru ini.. Tak berarti bagi apa2 bagi seorang Ksatria Cinta yang di damba banyak melati Tapi,.. di bilik lain seolah aku juga menyimpan rindu yang menggebu-gebu Rindu yang tak berujung terhadap seorang musafir cinta yang sedang menuntut ilmu Tanpa kabar dan hanya meninggal sebuah pesan … Entah mengapa aku bisa seyakin-yaki...