Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2013

PUISI DARI AYAH GURU

Gambar
Tak terasa sudah hampir 3 tahun aku meninggalkan Sekolah Unggul ku, Putih Abu-abu ku, Asramaku, Guru-guru Hebatku, Laskar Pelangi ku dan Seluruh Aktivitas dan Rutinitas ku sebagai seorang siswa di sebuah Sekolah Unggulan di Kabupaten tempat aku tinggal Aeh Timur. Setitik air mata mengalir ketika melihat semua kenangan ini. melihat buku-buku tulis, daftar pelajaran, dan yang paling membuat ku ingin terisak-isak adalah kumpulan Soal-soal olimpiade Biologi dari mulai kelas 1 sd 3 SMA. Subhanallah. Nurani ku tiba-tiba merasa memuji perjuangan ku 2 tahun  di unggul. Tak sia-sia aku belajar di sekolah itu. Alhamdulillah ya Allah engkau telah mentakdirkanku bisa mengenyam pendidikan di sekolah elit itu. Bermula dari sebuah ketidak sengajaan aku berpartisipasi dan mengajukan diri pada sebuah beasiswa yang kuanggap itu mungkin hanya iseng belaka, karena setelah enam bulan aku mengajukan diri tiada keputusan aku akan bisa masuk ke sekolah itu. Tapi tanpa disadari akhirnya ak...

Sebuah Ilmu

SEBUAH ILMU Artikel ini ku buat teruntuk sahabat-sahabat baikku yang selalu haus akan ilmu. (teh vivin, Irham, Teh Ida, Love YoU All Karena Allah) Aku selalu menunggu kabar baik dari kalian, bahwa kalian sudah masuk ke perguruan tinggi. Aku percaya kalian pasti sangat bisa. Tetap semangat kawan.. perjuangan kita masi panjang. “Al ‘ilmu nurun wa nurullahhi la yuhda li ashin”. “Sesugguhnya ilmu adalah cahaya, dan cahaya Allah takkan datang kepada orang yang berbuat maksiat”             Mungkin sebagai manusia khususnya kita yang sedang dalam aktivitas menuntut ilmu sering sekali merasakan sudah bersaha semaksimal mungkin namun tidak juga dapat memahami secara total tentang sebuah ilmu/pelajaran yang sedang kita pelajari. Mungkin ada sebuah solusi jitu yang merujuk pada sebuah hadits Rasulullah SAW tersebut di atas. Yapzz... alangkah baiknya kita kroscek kembali diri kita. Apasih kira-kira yang salah di kitanya. Apak...

Belajar Mencintai dari Seekor Cicak

Belajar Mencintai dari Seekor Cicak Ini adalah sebuah kisah yang berasal dari Jepang. Mungkin beberapa dari Anda sudah pernah membaca kisah ini, tapi pernahkah kamu merenungkan dari cerita ini kita dapat mengambil pelajaran betapa seekor cicak yang tidak lain hanya binatang kecil dapat mengekspresikan kasih sayang dengan cara yang mengagumkan. Berikut ulasan kisahnya, semoga menginspirasi kita semua ! Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seorang kuli bangunan mencoba merobohkan tembok. Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong di antara tembok yang terbuat dari kayu. Ketika tembok mulai roboh, dia menemukan seekor cicak terperangkap di antara ruang kosong itu karena kakinya melekat pada sebuah surat. Dia merasa kasihan sekaligus penasaran. Lalu ketika dia mengecek surat itu, ternyata surat tersebut telah ada di tempat itu sejak 10 tahun lalu ketika rumah itu pertama kali dibangun. Yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana cicak itu dapat bertahan dengan kondisi terpera...

Pentingnya Memberi Hadiah

Gambar
Assalamu’alaikum wr wb. Sore semuanya..alhamdulillah kita semua masih di berkahi kesehatan hingga sore hari ini. Sore ini Medan berkabut, sejak dari tadi pagi langit seakan tak bosan menurunkan hujan dari rintik gerimis sampai hujan deras yang tak henti-henti selama beberapa jam. Tapi Alhamdulillah takk membuat semangat bekerja ku turun. Hingga Alhamdulillah waktu pulang kerjapun tiba. Sore ini tiba-tiba rasa ingin menulis ku Alhamdulillah menggerilya lagi. Aku menemukan inspirasi dari sebuah buku yang belum tamat-tamat ku baca. Hehehe. Tapi tak mengapa juga kalau cepet-cepet tamat takutnya gak ada yang nyangkut di memori. Yapzzz… sore ini aku ingin menarik sebuah hikmah tentang sebuah aktivitas dan ibadah yang sangat sederhana namun sangat mulia di sisi Allah… Iya… sore ini kita akan membahas tentang “Hadiah” Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, berikut: “Hadiah-menghadiahkanlah kalian, niscaya kalian akan sal...

"Falsafah Lima Jari",....

Sebagai seorang khalifah di muka bumi ini, manusia di lengkapi oleh panca indera yang lengkap. Terutama lima panca indera yang kedudukannya begitu penting bagi manusia dalam menyelesaikana aktivitasnya sehari-hari. Kelima panca indera itu berupa mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, hidung untuk menghirup/mencium, kulit untuk pelindung, dan mulut untuk makan. Selain itu banyak lagi organ tubuh manusia yang kedudukannya tidak kalah penting membantu manusia sehari-harinya. Ya, seperti gambar di atas tangan,  ini juga sangat penting loch,. Bayangkan saja kita hidup tanpa tangan. Oh pasti sungguh sulit bukan.              Pada organ tubuh tangan juga terdapat jari jari yang memiliki falsafah tersendiri dalam ilmu psikologi. Berikut uraiannya. Sahabat, ada falsafah tentang lima jari kita... 1.. Ada si gendut “jempol” yang selalu berkata baik dan menyanjung. 2.. Ada ideal (tidak kurus & gendut) “telunjuk” ya...

Ukhtiku Tetaplah Istiqamah di Jalan-Nya

Gambar
Assalamu'alaikum wr wb... Di sore hari yang cerah dan padat aktivitas ini tiba-tiba aku teringat tentang dua orang gadis sunda yang sering aku perhatiin atau bahasa lainnya aku suka banget ngelihat wall facebook mereka. Iya jadi singkat ceritanya aku punya sebuah facebook yang sangat sederhana dan ini merupakan sebuah hadiah dari seorang sahabat karib SMA ku dulu. Jujur saja sebenarnya aku tidak memiliki niat sedikitpun untuk mempunyai sebuah akun jejaring sosial seperti facebook dulunya, karena kata ibuku hal-hal semacam itu merusak moral saja. Namun setelah aku masuk dan berkecimpung di dalamnya aku baru menyadari bahwa semua perkataan ibuku tidak semuanya benar, tergantung siapa dan bagaimana remaja itu menyikapi facebook itu sendiri. Saat itu aku senang banget punya teman yang berasal dari kota yang dijuluki sebagai Kota Mode nya Indonesia itu, yapzz Bandung. Mungkin itu di dasari oleh keinginan ku yang sudah menggunung untuk bisa main dan berwisata ke kota itu. Jadi ...