Sebuah Ilmu

SEBUAH ILMU

Artikel ini ku buat teruntuk sahabat-sahabat baikku yang selalu haus akan ilmu.
(teh vivin, Irham, Teh Ida, Love YoU All Karena Allah)
Aku selalu menunggu kabar baik dari kalian, bahwa kalian sudah masuk ke perguruan tinggi.
Aku percaya kalian pasti sangat bisa.
Tetap semangat kawan.. perjuangan kita masi panjang.

“Al ‘ilmu nurun wa nurullahhi la yuhda li ashin”.
“Sesugguhnya ilmu adalah cahaya, dan cahaya Allah takkan datang kepada orang yang berbuat maksiat”
            Mungkin sebagai manusia khususnya kita yang sedang dalam aktivitas menuntut ilmu sering sekali merasakan sudah bersaha semaksimal mungkin namun tidak juga dapat memahami secara total tentang sebuah ilmu/pelajaran yang sedang kita pelajari. Mungkin ada sebuah solusi jitu yang merujuk pada sebuah hadits Rasulullah SAW tersebut di atas. Yapzz... alangkah baiknya kita kroscek kembali diri kita. Apasih kira-kira yang salah di kitanya. Apakah tentang metode belajar, waktu belajar ataupun akhlak dan prilaku kita yang belum mencerminkan diri seorang hamba yag sedang thalabul’ilmi. Sehingga sang Maha Mengetahui, Pemilik Ilmu dari segala macam ilmu masih belum memberikan sedikit cahaya ilmu nya untuk diri kita.
            Mungkin kita bisa mengambil sebuah kisah teladan dari seorang Imam Mazhab Syafi’i ketika ia sedang menuntut ilmu. Dalam sebuah kisah diceritakan bahwa sang Imam sedang berada pada kondisi yang buntu dalam sebuah pemahaman ilmu yang ia pelajari. Ketika semua kepenatan di dirinya menggebu ia pn bertanya kepada sang guru. “Wahai Guru, mengapa ilmu yang sedang ku pelajari ini sangat susah kupahami?”. Dan sang Guru yang sangat bijaksana pun menjawab dengan tenang. “Ilmu itu ibarat cahaya yang menerangi kegelapan. Dan ia hanya akan singgah pada hati orang-orang yang bersih dan mulia, tidak akan singgah pada diri seorang yag berbuat maksiat”. Imam Syafi’i pun mengucapkan Istighfar seraya memohon ampu kepada Allah SWT dan berusaha keras untuk menjauhi segala perbuatan maksiat agar di beri kemudahhan dalm menuntut ilmu.
            “Ilmu itu cahaya yang terang dan yang menerangi. Dengannya orang akan hidup bahagia. Ilmu itu puncak kehidupan bagii para hamba sebagaimana orang-orang yang bodoh itu mati karena kebodohan mereka.
            Wah..... Subhanallah luar biasa yha.. ilmu juga di ibaratkan Rasulullah sebagai sbagai sebuah lentera yang menerangi ruang yang gelap gulita. Bisa di bayangkan teman-teman. Ilmu memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Jika tanpa ilmu tidak akan pernah ada penemuan dan terciptaya tekhnologi canggih seperti yang kira rasakan dan nikmati di zaman sekarang ini.
            Allahuakbar, Ialah Allah SWT sumber dari segala ilmu di dunia. Smber dari seluruh cahaya kehidupan di bumi. Jika dibandingkan dengan ke Maha Mengetahui-Nya, IQ seorang Ilmuwan seperti Albert Einsten hanyalah bagaikan setitik debu yang hanya bisa dilihat dengan lensa microskop dibandingkan seluruh isi Alam Semmesta ini. Oleh sebab itu kita sebagai manusia sangat patang untuk menyombongkan dirinya karena ebuah keunggulan pengetahuan yang ia ketahui. Karena sesungguhnya jika saja Allah SWT ingin mengambilnya dari seorang manusia. Itu merupakan hal yang sangat mudah bagi-Nya.
            Dalam realitas kehidupan di masa sekarang, kita juga sering menemukan orang yang mengenyam pendidikan tinggi ataupun ia yang sudah memiliki gelar atas pendidikan yang ditempuhnya memilki nasib  yang lebih baik dari segala aspek. Baik dari sedi ekonomi, sosial, keluarga dan sebagainya. Sungguh Allah Maha Adil, ia tidak lupa bahwa seorang yang memiliki titel ini dulunya telah berusaha keras  mengorbankan waktu,pikiran, usia dan pasti keuangan demi mendapatkan ilmu. Maka sangat tidak sportif jika ada seorang masyarakat biasa yang merasa iri dan tidak adanya keadilan atas strata sosial yang tercipa dalam masyarakat.
            Oleh karena pentingnya ilmu, maka akan lebih bakya seorang penuntut ilmu benar-benar menjaga hat, perilaku, akhlaki dan dirinya agar ilmu (cahaya) mudah  menyerap dalam memorinya. Dan bagi yang belum mengenyam pendidikan tinggi tak perlu berkecl hati karen pada hakikatnya ilmu bisa di dapat dimana saja tanpa harus berada di sebuah lembaga pendidikan. Dan akan lebih baik lagi jika kita selalu mengusahakan agar kita bisa menuntut ilmu secara utuh dalam sebuah lembaga pendidikan. Karena darinya kepribadian kita juga akan secara pasti akan terbentuk ke arah lebih baik. Mari kita berlomba-lomba untuk menuntut ilmu dan mengajarkan juga kepada orang lain.

Artikel ini ku buat teruntuk sahabat-sahabat baikku yang selalu haus akan ilmu.
(teh vivin, Irham, Teh Ida, Love YoU All Karena Allah)
Aku selalu menunggu kabar baik dari kalian, bahwa kalian sudah masuk ke perguruan tinggi.
Aku percaya kalian pasti sangat bisa.
Tetap semangat kawan.. perjuangan kita masi panjang.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Mencintai dari Seekor Cicak

Di Balik Asa Yang Tak Terbiasa (II)

Inilah Expressi Cintaku,,,