"Falsafah Lima Jari",....

Sebagai seorang khalifah di muka bumi ini, manusia di lengkapi oleh panca indera yang lengkap. Terutama lima panca indera yang kedudukannya begitu penting bagi manusia dalam menyelesaikana aktivitasnya sehari-hari. Kelima panca indera itu berupa mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, hidung untuk menghirup/mencium, kulit untuk pelindung, dan mulut untuk makan. Selain itu banyak lagi organ tubuh manusia yang kedudukannya tidak kalah penting membantu manusia sehari-harinya. Ya, seperti gambar di atas tangan,  ini juga sangat penting loch,. Bayangkan saja kita hidup tanpa tangan. Oh pasti sungguh sulit bukan. 
            Pada organ tubuh tangan juga terdapat jari jari yang memiliki falsafah tersendiri dalam ilmu psikologi. Berikut uraiannya.

Sahabat, ada falsafah tentang lima jari kita...

1.. Ada si gendut “jempol” yang selalu berkata baik dan menyanjung.
2.. Ada ideal (tidak kurus & gendut) “telunjuk” yang suka menunjuk dan memerintah.
3.. Ada si jangkung “jari tengah” yang sombong dan suka menghasut jari telunjuk.
4.. Ada “jari manis” yang selalu menjadi teladan, baik, dan sabar sehingga diberi hadiah cincin.
5.. Dan ada si kecil” kelingking” yang lemah dan penurut serta pemaaf (ingatkah anda waktu kecil kalau kita berbaikan dengan musuh kita pasti saling sentuh jari kelingking?).

            Dengan perbedaan positif dan negatif yang dimiliki masing-masing jari, mereka bersatu untuk mencapai tujuan. Yapzz.. dengan perbedaan itu mereka bersatu agar si ketua “tangan” (organisasi tangan) dapat menulis, memegang, menolong anggota tubuh yg lain, melakukan pekerjaan, dan banyak lagi yang bisa di lakukannya.

            Sahabat, dari kisah falsafah jari ini pernahkah kita membayangkan bila tangan kita hanya terdiri dari jempol semua?

            Falsafah ini sederhana namun sangat berarti. Kita diciptakan dengan segala perbedaan yang kita miliki dengan tujuan untuk bersatu, saling menyayangi,saling menolong, saling membantu, saling mengisi, bukan untuk saling menuduh, menunjuk, merusak, dan bahkan membunuh.
            Perbedaan dalam alam semesta adalah
 sunnatullah yang membuat kehidupan menjadi harmonis. Perbedaan warna membuat kehidupan menjadi indah, kita tidak akan dapat mengetahui putih jika tidak pernah ada hitam, merah, hijau dan warna lainnya. Kita tidak akan dapat bekerja dengan baik jika jari-jari tangan kita ukuran dan bentuknya sama, seperti telunjuk semua misalnya, atau kita akan kesulitan mengunyah makanan jika bentuk gigi kita semuanya sama, taring semua misalnya, dst. Demikanlah harmoni kehidupan, alam semesta menjadi indah ketika ada perbedaan wujud dan fungsinya. Perbedaan pada wasa’ilulhayat (sarana hidup)

 Sudahkah kasih sayang anda hari ini bertambah? Semoga bermanfaat.

Terimakasih telah membaca...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Mencintai dari Seekor Cicak

Di Balik Asa Yang Tak Terbiasa (II)

Inilah Expressi Cintaku,,,