Catatan Seorang Akhwat.

Catatan Seorang Akhwat.

 Memang hal yang paling susah adalah menahan diri dan hati untuk tidak melakukan dan mendekati larangan Allah yang satu ini. Zina. “Wa la taqrabu zina”. Apalagi di kalagan pergaulan remaja saat ini. Trend pacaran seolah sudah menjadi sebuah keharusan bagi setiap remaja yang ingin di katakan gaul dan bergaul. Tapi ya apapun trend itu seharusnya juga tetap di orientasikan dengan perintah Agama. Agar tetap teratur dan tidak saling merugikan kedua pihak. Ya pesannya belajar ikhlas dan coba perbaiki mindset dan percayalah bahwa Allah telah persiapkan jodoh terbaik untuk mu yang kriterianya sangat pas dan cocok seusai yang kau butuhkan. Bersabarlah Ukhti

 **** 
Terhenyak, terdiam, dan sedikit demi sedikit terkikis mungkin. Itu yang bisa terucap saat ini. Saat prasangka ku ternyata tidak seusai dengan kenyataan. Memang selalu ada penyesalan dalam setiap kegagalan. Terasa pahit dan sangat mengikis kepercayaan diri. Apakah akan ku dapat kesempatan seperti itu di lain waktu? Rasa itu .. iya memang sempat tumbuh dan bersemi di dalam hatiku. Tapi.. saat itu aku berusaha dengan sangat keras untuk menepisnya. Aku berusaha berprasangka bahwa dia tak juga menyimpan rasa ciintanya untuk ku. Iya, saat ini aku berusaha membenarkan perbuatanku itu. Walau dalam hati aku merasa menyesal atas keputusan ku itu. Keputusan untu tidak berusaha memperjuangkan perasaan cinta yang tumbuh dengan sangat manusiawi. Rasa cinta yang tumbuh atas dasar perhatian yang begitu tulus yang di berikannya. Aku seperti malu malu kucing. Ingin dalam hati, tapi lisan dan perbuatan berkata tidak. Tapi setelah bertahun tahun berlalu. Saat ia sudah bersama dengan wanita yang ku kira dulu sesuai dengan kriterianya. Aku baru menyadarinya. Bahwa jika saja aku berkata “iya” dan bertindak sesuai rasa di hatiku pastilah aku akan mendapatkannya. Ia yang saat itu sempat memiliki ruang khusus dalam hati ini. Sampai saat ini hatiku memang masih memiliki rasa cemburu padanya. Tapi apalahgunanya cemburu pada mawar yang telah di miliki oleh batang lain. Aku memanglah manusia biasa. Yang berusaha berjalan di atas jalan Ilahi yang lurus. Ingin menjadi wanita yang terbungkus oleh Akhlakul Kharimah, Keindahan Lisan Juga mencintai Ilahi dengan sepenuh hati. Tapi apalah seberat ini untuk melaluinya Ya Allah. Sangat berat ku rasa untuk bisa menahan perasaan cinta yang datang tiba tiba tanpa pernah toleransi atas setiap kondisi apapun. Ingin sekali merealisasikannya. Tapi karena akal masih lah berfungsi dan tersadar bahwa ada batasan yang tidak bias di langgar. Bukan muhrim. Entahlah ya Allah . Aku percaya Engkau akan beri jalan terbaik dan jodoh yang paling tepat buatku. Maka Wahai hati yang merana bersabarlah sampai Allah menepati Janji Nya.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Mencintai dari Seekor Cicak

Di Balik Asa Yang Tak Terbiasa (II)

Inilah Expressi Cintaku,,,