HIJRAH (Kisah Pejuang Akhwat Syar'i)

Sering sekali kita mendengar kata-kata motivasi yang mendengungkan bahwa katanya seseorang harus keluar dari zona nyamannya kalau mau sukses. Tahukah kalian sebelum semuanya didengungkan kemana-mana Allah telah menyeru duluan melalui kitab suci Al-quran

Begini bunyinya

وَمَن يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ وَمَن يَخْرُجْ مِن بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [An Nisaa’ (4): 100]
Hijrah arti simpel nya berubah menjadi lebih baik.
Tahukah kalian hijrah itu sangat dianjurkan bagi seorang muslim untuk mendapatkan keadaan yang lebih baik. bisa jadi berpindah kebiasaan, hijrah status dan lain sebagainya.
Dalam hal hijrah kebiasaan. menjadi seorang yang tawaduk dari yang sebelumnya serba menyombongkan diri jelas sangatlah susah. banyak cibiran dari kerabat dekat, godaan dari sendiri bahkan sampai kepada hal yang lebih serius terkait pekerjaan yang menjadi sumber nafkah dalam hidup.

Dalam kesempatan kali ini saya ingin berbagi cerita kisah hijrahnya rekan kerja saya yang berinisial UYA.
Uya merupakan anak bungsu dari 5 bersaudara yang semuanya adalah perempuan. Ia terlahir dari kedua orang tua yang sangat menyayanginya. Ayahnya keturunan Padang dan ibunya keturunan suku Batak. Ibu Uya adalah seorang muallaf yang masuk islam sebelum menikah dengan ayahnya uya. Menurut kisah yang diceritakan oleh uya saat itu ibu uya mengucapkan syahadat ketika berada di daerah Aceh. dengan penolakan yang sangat keras dari keluarga nenek uya yang merupakan pemeluk setia agama kristen. saat itu ibu uya diusir dari rumah si nenek dan bahkan tidak dianggap sebagai keluarga. ibu uya adalah orang pertama dari keluarga mereka yang berani keluar dari agama kristen demi masuk ke agama islam. Namun setelkah itu jadi banyak saudaranya yang lain seperti adik dan kakaknya yang juga hijrah memeluk agama islam. Masyaallah kita tidak pernah tahu kepada siapa Allah memberikan hidayahnya. Hingga sekarang ibu uya masih kukuh memeluk agama islam dibarengi dengan belajar terus untuk mendalaminya.

Selanjutnya kisah tentang si uya sendiri. Uya si bungsu berbeda bentuk tubuhnya dibandingkan ke empat kakak yang lainnya. saudara yang lainnya memiliki badan yang tinggi dan berisi. berbeda dengan si uya dia lebih kurus dan juga tinggi. namuin demikian uya tetaplah orang yang selalu tampil percaya diri setiap saat.
Mendengar kisahnya hampir percaya gak percaya itu beneran terjadi padanya,
uya remaja, saat ia berusia di bawah 20 tahun. merupakan tipe remaja yang riang, mudah bergaul dan berpenampilan kekinian. busana serba modern, sexi, dan kekinian bangetlah pokoknya.
uya remaja pernah kerja di sebuah butik milik orang china yang menjual baju-baju yang super keren dan sexy pastinya. selain itu ia juga cerita bahwa dia pernah bekerja di sebuah tempat seperti tempat kusuk plus plus. meski hanya sehari saja.
menjadi remaja seperti yang di kisahkan diatas memang sangatlah wajar bagi seorang uya. mengapa tidak hidup diantara keluarga yang memang pengetahuan tentang islam mengena. hingga pada suatu hari uya terketuk hatinya ingin berhijab seperti teman temannya yang lainnya.
hingga ia pun bertekat untuk memulai niat mulia nya dengan cara keluar dari pekerjaannya yang mengharuskan ia untuk menampakkan auratnya.

tidak sampai di situ saja teman.
saat ia sudah mulai progress hijrah. eh malah kesulitan yang lainnya datang. mungkin Allah ingin mencoba kebulatan tekatnya. Allah ingin menguji keseriusannya untuk mendekatkan diri pada perintah-perintah Allah.

Mengundurkan diri dari tempat kerja sebelumnya membuat dia menjadi penganggguran. Uya pun mulai mencoba melamar kerja kesana kemari. bahkan sangat susah mencari pekerjaan yang membolehkan karyawannya menggunakan hijab dan menutup aurat dengan sempurna.
Hingga pada suatu hari ia menemukannya. ia mendapatkan panggilan training di sebuah perusahaan kosmetik. tapi setelah masa training selesai. sedihnya ia malah ditempatkan di luar kota yang jauh dari tempat tinggalnya. ibu uya saat itu tidak mengizinkan.

Tidak berputus asa ia pun memulai melamar pekerjaaan lagi kemana-mana. hingga hidayah Allah menunjukkan dirinya melamar pekerjaan ke sebuah toko busana muslim yang seluruh karyawannya berbusana muslim dengan lengkap.

Alhamdulillah ia pun hingga saat ini masih menjadi karyawan tetap di perusahaan tersebut. pertama kali masuk kerja ia mulai memakai jilbab sampai menutup dada. terus beberpa bulan kemudian ia sudah mulai menggunakan manset tangan dan ukuran jilbab yang sudah di labuhkan lebih panjang hingga menutup punggung bagian belakang. tak cukup demikian. ia pun mulai mendalami tentang islam melalui pengajian-pengajian, les tahsin, dan kegiatan lainnya. seidkit demi sedikit ia memperbaiki bacaan al-qur'an nya. ia pun mulai menyebarkan hidayahnya kepada ibu dan kakak-kakaknya. sekarang beberapa orang dari kakak nya yang tadinya tidak berjilbab mulai membiasakan memakai jilbab. Tidak hanya itu teman dekatnya juga sudah mulai mengikuti hijrahnya.
Uya yang sekarang sudah menjadi seorang ukhtifillah yang anggun dengan balutan busana syar'i nya.

tapi ada satu hal yang membuat saya salut dan kagum padanya. meskipun masa lalunya tidak menutup aurat, tetapi sekalipun ia tidak pernah berpacaran kepada siapapun. Masyaallah. terkadang yang saat ini sudah menjadi seorang ukhti yang syar'i sekalipun dulunya pernah punya masa lalu yang pernah pacaran.

Sebenarnya hidayah untuk hijrah itu bukanlah sesuatu yang ditunggu tapi harus dicari, diusahakan, dan diperjuangkan. karena jalan menuju Allah itu bukanlah hal yang mudah. karena balasannya juga tidak sembarangan. Surga balasannya.

Jadi pelajaran yang bisa diambil bahwa setiap niat Hijrah itu harus direalisasikan. jangan hanya di hati saja tetapi harus di buktikan. jalan menuju hijrah itu sendiri bukanlah jalan yang mudah. hanya orang-orang yang kuat iman dan tekadnya lah yang bisa melalui nya. Karena sejatinya hidup di dunia ini adalah ladang bercocok tanam bagi orang yang beriman. oleh sebab itu bersusah-susahlah kalian di dunia maka kelak kalian akan memanen hasilnya di akhirat nanti. dan jangan lupa setelah Hijrah ada Istiqamah yang terus dipertanyakan. Saat kita telah selesai ujian hijrah maka masuk ke level selanjutnya yaitu istiqamah. Hijrah tanpa istiqamah ibarat orang taubat sambel. Hari ini hijrah besok mulai buruk lagi.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Mencintai dari Seekor Cicak

Di Balik Asa Yang Tak Terbiasa (II)

Inilah Expressi Cintaku,,,