SEBUAH ILMU
Artikel
ini ku buat teruntuk sahabat-sahabat baikku yang selalu haus akan ilmu.
(teh vivin, Irham, Teh Ida, Love YoU All Karena Allah)
Aku selalu menunggu kabar baik dari kalian, bahwa kalian sudah masuk ke perguruan tinggi.
Wah..... Subhanallah luar biasa yha.. ilmu juga di ibaratkan Rasulullah sebagai sbagai sebuah lentera yang menerangi ruang yang gelap gulita. Bisa di bayangkan teman-teman. Ilmu memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Jika tanpa ilmu tidak akan pernah ada penemuan dan terciptaya tekhnologi canggih seperti yang kira rasakan dan nikmati di zaman sekarang ini.
Allahuakbar, Ialah Allah SWT sumber dari segala ilmu di dunia. Smber dari seluruh cahaya kehidupan di bumi. Jika dibandingkan dengan ke Maha Mengetahui-Nya, IQ seorang Ilmuwan seperti Albert Einsten hanyalah bagaikan setitik debu yang hanya bisa dilihat dengan lensa microskop dibandingkan seluruh isi Alam Semmesta ini. Oleh sebab itu kita sebagai manusia sangat patang untuk menyombongkan dirinya karena ebuah keunggulan pengetahuan yang ia ketahui. Karena sesungguhnya jika saja Allah SWT ingin mengambilnya dari seorang manusia. Itu merupakan hal yang sangat mudah bagi-Nya.
Oleh karena pentingnya ilmu, maka akan lebih bakya seorang penuntut ilmu benar-benar menjaga hat, perilaku, akhlaki dan dirinya agar ilmu (cahaya) mudah menyerap dalam memorinya. Dan bagi yang belum mengenyam pendidikan tinggi tak perlu berkecl hati karen pada hakikatnya ilmu bisa di dapat dimana saja tanpa harus berada di sebuah lembaga pendidikan. Dan akan lebih baik lagi jika kita selalu mengusahakan agar kita bisa menuntut ilmu secara utuh dalam sebuah lembaga pendidikan. Karena darinya kepribadian kita juga akan secara pasti akan terbentuk ke arah lebih baik. Mari kita berlomba-lomba untuk menuntut ilmu dan mengajarkan juga kepada orang lain.
(teh vivin, Irham, Teh Ida, Love YoU All Karena Allah)
Aku selalu menunggu kabar baik dari kalian, bahwa kalian sudah masuk ke perguruan tinggi.
Aku
percaya kalian pasti sangat bisa.
Tetap
semangat kawan.. perjuangan kita masi panjang.
“Al ‘ilmu
nurun wa nurullahhi la yuhda li ashin”.
“Sesugguhnya
ilmu adalah cahaya, dan cahaya Allah takkan datang kepada orang yang berbuat
maksiat”
Mungkin sebagai manusia khususnya kita yang sedang dalam aktivitas menuntut ilmu sering sekali merasakan sudah bersaha semaksimal mungkin namun tidak juga dapat memahami secara total tentang sebuah ilmu/pelajaran yang sedang kita pelajari. Mungkin ada sebuah solusi jitu yang merujuk pada sebuah hadits Rasulullah SAW tersebut di atas. Yapzz... alangkah baiknya kita kroscek kembali diri kita. Apasih kira-kira yang salah di kitanya. Apakah tentang metode belajar, waktu belajar ataupun akhlak dan prilaku kita yang belum mencerminkan diri seorang hamba yag sedang thalabul’ilmi. Sehingga sang Maha Mengetahui, Pemilik Ilmu dari segala macam ilmu masih belum memberikan sedikit cahaya ilmu nya untuk diri kita.
Mungkin sebagai manusia khususnya kita yang sedang dalam aktivitas menuntut ilmu sering sekali merasakan sudah bersaha semaksimal mungkin namun tidak juga dapat memahami secara total tentang sebuah ilmu/pelajaran yang sedang kita pelajari. Mungkin ada sebuah solusi jitu yang merujuk pada sebuah hadits Rasulullah SAW tersebut di atas. Yapzz... alangkah baiknya kita kroscek kembali diri kita. Apasih kira-kira yang salah di kitanya. Apakah tentang metode belajar, waktu belajar ataupun akhlak dan prilaku kita yang belum mencerminkan diri seorang hamba yag sedang thalabul’ilmi. Sehingga sang Maha Mengetahui, Pemilik Ilmu dari segala macam ilmu masih belum memberikan sedikit cahaya ilmu nya untuk diri kita.
Mungkin kita bisa mengambil sebuah
kisah teladan dari seorang Imam Mazhab Syafi’i ketika ia sedang menuntut ilmu. Dalam
sebuah kisah diceritakan bahwa sang Imam sedang berada pada kondisi yang buntu
dalam sebuah pemahaman ilmu yang ia pelajari. Ketika semua kepenatan di dirinya
menggebu ia pn bertanya kepada sang guru. “Wahai Guru, mengapa ilmu yang sedang
ku pelajari ini sangat susah kupahami?”. Dan sang Guru yang sangat bijaksana
pun menjawab dengan tenang. “Ilmu itu ibarat cahaya yang menerangi kegelapan.
Dan ia hanya akan singgah pada hati orang-orang yang bersih dan mulia, tidak
akan singgah pada diri seorang yag berbuat maksiat”. Imam Syafi’i pun
mengucapkan Istighfar seraya memohon ampu kepada Allah SWT dan berusaha keras
untuk menjauhi segala perbuatan maksiat agar di beri kemudahhan dalm menuntut
ilmu.
“Ilmu itu cahaya
yang terang dan yang menerangi. Dengannya orang akan hidup bahagia. Ilmu itu
puncak kehidupan bagii para hamba sebagaimana orang-orang yang bodoh itu mati
karena kebodohan mereka.
Wah..... Subhanallah luar biasa yha.. ilmu juga di ibaratkan Rasulullah sebagai sbagai sebuah lentera yang menerangi ruang yang gelap gulita. Bisa di bayangkan teman-teman. Ilmu memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Jika tanpa ilmu tidak akan pernah ada penemuan dan terciptaya tekhnologi canggih seperti yang kira rasakan dan nikmati di zaman sekarang ini.
Allahuakbar, Ialah Allah SWT sumber dari segala ilmu di dunia. Smber dari seluruh cahaya kehidupan di bumi. Jika dibandingkan dengan ke Maha Mengetahui-Nya, IQ seorang Ilmuwan seperti Albert Einsten hanyalah bagaikan setitik debu yang hanya bisa dilihat dengan lensa microskop dibandingkan seluruh isi Alam Semmesta ini. Oleh sebab itu kita sebagai manusia sangat patang untuk menyombongkan dirinya karena ebuah keunggulan pengetahuan yang ia ketahui. Karena sesungguhnya jika saja Allah SWT ingin mengambilnya dari seorang manusia. Itu merupakan hal yang sangat mudah bagi-Nya.
Dalam realitas kehidupan di masa
sekarang, kita juga sering menemukan orang yang mengenyam pendidikan tinggi
ataupun ia yang sudah memiliki gelar atas pendidikan yang ditempuhnya memilki
nasib yang lebih baik dari segala aspek.
Baik dari sedi ekonomi, sosial, keluarga dan sebagainya. Sungguh Allah Maha
Adil, ia tidak lupa bahwa seorang yang memiliki titel ini dulunya telah
berusaha keras mengorbankan waktu,pikiran,
usia dan pasti keuangan demi mendapatkan ilmu. Maka sangat tidak sportif jika
ada seorang masyarakat biasa yang merasa iri dan tidak adanya keadilan atas
strata sosial yang tercipa dalam masyarakat.
Oleh karena pentingnya ilmu, maka akan lebih bakya seorang penuntut ilmu benar-benar menjaga hat, perilaku, akhlaki dan dirinya agar ilmu (cahaya) mudah menyerap dalam memorinya. Dan bagi yang belum mengenyam pendidikan tinggi tak perlu berkecl hati karen pada hakikatnya ilmu bisa di dapat dimana saja tanpa harus berada di sebuah lembaga pendidikan. Dan akan lebih baik lagi jika kita selalu mengusahakan agar kita bisa menuntut ilmu secara utuh dalam sebuah lembaga pendidikan. Karena darinya kepribadian kita juga akan secara pasti akan terbentuk ke arah lebih baik. Mari kita berlomba-lomba untuk menuntut ilmu dan mengajarkan juga kepada orang lain.

Komentar
Posting Komentar