Ibadah Zakat dan Manfaatnya


Ibadah zakat dan manfaatnya dalam beberapa aspek
            Tuhan telah menaklukan atau memudahkan alam raya ini untuk kepentingan dan bekal hidup manusia, demikian Al-Qur’an menyatakan dalam surat 45:13 : “Dan Dia (Allah) menundukkan untuk mu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, sebagai rahmat dari-Nya. Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.” (QS:45:13)
            Ayat tersebut menjelaskan bahwa selain menciptakan alam semesta ini untuk manusia, Allah juga yang member manusia kemampuan untuk menundukkannya. Sesungguhnya Allah SWT adalah pemilik seluruh alam raya dan segala isinya, termasuk manusia berikut harta benda yang telah diusahakannya. Seorang yang beruntung memperolehnya, [ada hakikatnya hanya menerima titipan sebagai amanat untuk disalurkan dan dibelanjakan sesuai dengan kehendak pemiliknya itu. Bahkan pada ayat lain dikatakan bahwa harta benda yang di anugerahkan Allah SWT kepada manusia, adalah cobaan kepada mereka.
            Dalam Al-Qur’an dijelaskan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada keadilan dan kebajikan (QS:16:90), dan salah satu upaya yang di tekankan demi mewujudkan keadilan dan pemerataan adalah membagi-bagikan harta agar tidak hanya beredar di kalangan orang-orang kaya (QS: 59:7). Suatu sistem pemerataan kesejahteraan yang khas islami dalam sistem zakat. Zakat di wajibkan kepada setiap muslim yang memiliki harta yang telah memenuhi syarat. Dengan kewajiban mengeluarkan sebagian kecil (k.1. 21/2%) dari keseluruhan hartanya, seorang muslim sebenarnya tidaklah mengurangi hartanya secara kualitas, justru dengan zakat yang artinya (kesucian), dapat menyucikan harta yang pada hakikatnya bercampur dengan kotor.
            Dengan sistem zakat ini,harta benda dapat dikembangakan. Pengembangan ini setidaknya dapat ditinjau dari dua sisi, yaitu sisi spiritual, bahwa Allah memusnahkan riba dan mengembangkan sedekah atau zakat (QS, 2:276). Bahkan Allah SWT mengumpamakan pengembangan harta dengan sistem zakat (termasuk sedekah, infaq, dan sebagainya) sebagai yang dilukiskan dalam QS, 2:261.
            Dari sisi lain, ialah sisi ekonomis-psikologis yaitu ketenangan batin dari pemberi zakat, sedekah dan infaq akan mengantarkannya berkonsentrasi dalam pemikiran dan usaha pengembangan harta. Disamping itu, penerima zakat, sedekah daninfak akan mendorong terciptanya daya beli dan produksi bagi produsen yang dalam hal ini adalah pemberi zakat, sedekah dan infaq itu.
            Ibadah zakat juga dapat mengikis habis sifat-sifat kikir dalam jiwa seseorang, serta melatihnya memiliki sifat-sifat dermawan, dan mengantarkannya unuk mensyukuri nikmat Allah, sehingga pada akhirnya ia dapat menyucikan diri dan mengembangkan kepribadiannya.
            Selain itu, ibadah zakat menciptakan ketenangan dan ketentraman, tidak hanya kepada penerima, tetapi juga kepada pemberi zakat, sedakah dan infaq. Dengan menerima zakat atau pemberian-pemberian lain dari orang-orang kaya, maka terkikis pula rasa dengki dan iri hati yang timbul dari mereka yang hidup dalam kemiskinan. Kedengkian dapat melahirkanpermusuhan terbuka yang dapat mengakibatkan keresahan bagi pemilik harta, sehingga akhirnya mengakibatkan ketegangan dan kecemasan. Akan tetapi ketika seseorang yang berkecukupan mengulurkan tangan dan bantuan kepada para fakir miskin, maka lenyaplah rasa dengki dan muncullah rasa cinta dan hormat.
            Dengan zakat juga terbinalah hubungan yang harmonis antara si kaya dengan si miskin dan bahkan dengan para-para penerima zakat lainnya. Muncullah sikap dan rasa persaudaraan yang dalam antarsesama muslim khususnya karena telah terjalian oleh pemberian-pemberian yang tidak mengharap imbalan dan bantuan yang tidak meminta balasan.
            Ayat-ayat Al-Qur’an tentang pentingnya zakat:
1.      Salah satu cirri takwa (qs, 2 : 2-3), (qs, 2:43)
2.      Menegakkan (agama) Allah (qs, 22:40-41)
3.      Akan di beri rahmat oleh allah (qs, 9:71)
4.      Sebagai kebajikan yang sempurna (qs,2:267)
5.      Sebagai tanda saudara seagama (qs, 9:11)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Mencintai dari Seekor Cicak

Di Balik Asa Yang Tak Terbiasa (II)

Inilah Expressi Cintaku,,,