Indonesia
Indonesia . Terkadang aku merasa
sangat terkucil menjadi seorang warga negara yang berkebangsaan Indonesia. Dengan seluruh prestasi terburuk yang sering
terngiang dari mulut ke mulut, media ke media.
Kasus Korupsi terdengar dimana-mana. Tauran pemuda hingga menitiskan
darah, perang berdarah perebutan tanah, perilaku seks dan pergaulan bebas di
kalangan remaja, Sampai pada kasus infotaiment yang kerjaannya asyik dengan
kawin cerai mereka.
Inilah mungkin yang di sebut Era
Globalisasi oleh para orang tua dari satu warung kopi ke warung kopi. Dimana
karakter bangsa dengan segala sikap keramah tamahan, kepedulian, cinta kasih,
dan saling tolong menolong seperti yang tercermin dalam Pancasila. Itu semua
seolah sudah merupakan sebuah sejarah Negara yang tak bisa di ulang kembali.
Beberapa tahun yang lalu. Dimana
Indonesia menjadi sebuah Negara yang sering di kunjungi oleh para Wisatawan
Mancanegara. Dimana Indonesia masih harum namanya di kancah Internasional di
bidang olah raga, dimana Indonesia menjadi sebuah Negara yang sangat menjunjung
tinggi nilai toleransi antar beda agama. Dimana semua itu? Semua telah hilang.
Sirna di makan oleh zaman. Pernah saya dengar kisah dari seorang wisatawan
asing yang menilai tentang Indonesia. Ternyata mereka rela jauh-jauh datang
dari Negara mereka yang mungkin letaknya di belahan benua afrika terujung bukan
karena semata untuk melihat keindahan alam yang dimiliki oleh Indonesia, kata
mereka jika orang Indonesia berfikir seperti itu maka itu sebuah penilaian yang
salah . karena pada dasarnya di daerah mereka seperti san fransisco, new
Zealand merupakan tempat yang indah di
saat siang dan malam. Sangat jauh berbeda di bandingklan dengan keindahan alam
Indonesia yang kebnanyakan sudah tercemar. Kesimpulannya ternyata mengapa mereka
rela jauh-jauh datang keindonesia itu di karenakan orang Indonesia yang
memiliki sifat ramah tamah dan memuliakan tamu. Sehingga mereka merasa sangat
nyaman tinggal berlama-lama di Indonesia, tapi kenyataan nya sekarang teman
mereka datang jangan kan di kaungi dan dihidangkan oleh tarian penyambut tamu ,
malah mereka di beri bom atom yang akan meledak kapan saja.
Komentar
Posting Komentar