Kelas Eksekutif Untuk Karyawan
Sebelumnya … Saya Mau Tanya kepada anda
semua… TEntAnggg….’
Apa pendapat anda tentang Mahasiswa
Lanjut Usia…?
Mahasiswa Pekerja Part Time?
Mahasiswa yang study nya di sambung
sambung (alias nganggur 1 semester ntar di sambung lagi)?
Mahasiswa yang Selepas SMA nganggur nya
lama bertahun tahun , untuk kemudian di sambung kembali?
Mahasiswa dengan perut Belenduk (
Eitss,,.. Tp belenduknya udah punya suami yang sah, bukan..)?
Sebelumnya tidak pernah terfikirkan akan
menemukan pengalaman semenarik ini. Hidup dan bergaul dengan seluruh kalangan
mahasiswa yang seperti saya pertanyakan di atas. Dahulu ketika SMA saya sering
sekali mengangggap dan memandang remeh terhadap komunitas ini. Seolah-olah
tidak memiliki kesungguhan dalam dunia pendidikannya. Tapi setelah mengamati
dan mengetahui segala seluk-beluk tentang mereka. Penilaian ku tentang mereka
berubah. Ternyata merekalah orang yang benar-benar memiliki kesungguhan dan
minat yang tinggi terhadap dunia pendidikan dan masa depan mereka,. Meski tidak di pungkiri juga di luar sana
masih banyak komunitas mahasiswa seperti
yang di atas tersebut memang melakukannya dengan sebab yang tidak logis dan
memang tidak bertanggung jawab terhadap masa depannya.
Tapi teman, para mahasiswa yang ada di
dalam lingkungan saya ini tidaklah seperti komunitas mahasiswa pada umumnya.
Saya pernah bertanya kepada seorang teman mahasiswa saya yang masih tetap aktif
kuliah meski ia tengah hamil 6 bullan. Saya bertanya apakah tidak berat bawa
perut gitu harus naik tangga ke lantai 3 lagi mbak?. Dia hanya menjawab
pertanyaan saya tersebut dengan senyum manis di bibirnya. Ternyata setelah saya
tanyakan secara mendetail. Dia terpaksa kuliah dengan keadaan seperti itu di
sebabkan karena ia di paksa menikah/ di jodohin oleh orang tuanya ketika ia
masih baru semester 3. Sebenarnya ia tidak di beri izin kuliah oleh orang
tuanya. Orang tuanya sudah merencanakan akan menikahkan ia dengan suaminya
sekarang setelah ia lulus SMA, tapi ia pun menolak permintaan ayahnya. Karena
ia memang sangat mengidamkan bisa
menjadi seorang mahasiswa dan belajar di bangku perguruan tinggi. Sehinggga ia
pun tetap kekeh menjalankan kuliahnya. Setelah setahun kuliah. Sang orang tua
ddari laki-laki suaminya itu ternyata merasa seperti tak sabar dan menuntut
perjodohan yang di sepakati antara orang tuanya dan orang tua lelaki suaminya
itu. Saat itu pun ia tidak mampu menolak
permintaan dari kedua oran tua. Ia mengajukan syarat kepada lelaki calon
suaminya bahwasanya ia mau menikah dengan lelaki itu asal nanti setelah menikah
ia masih di beri izin untuk melanjutkan kuliahnya. Sang ayah sebenarnya sudah
sangat marah terhadap anaknya. Untuk apa harus capek-capek kuliah kalau sudah
punya suami. Cukup jadi istri yang baik saja pasti surga sudah pasti di
dapatnya kelak. Ia itulah terkadang penilaian orang tua terhadap anak
perempuan. Perempuan sering sekali
menjadi manusia yang hidup dalam jeruji kerangkeng kebebasan.
Karena desakan dari sang ayahpun ia
akhirnya menikah dengan suaminya sekarang. Denngan berbagai prasyarat yang
bersedia di penuhi oleh lelaki itu. Tak lama ia merasakan yang namanya
pengantin baru bersama suaminya. Hanya berjarak satu bulan dari hari
pernikahannya. Ia sudah langsung menjalankan aktifitas kampusnya seperti biasa.
Karena ia takut jika kelamaan libur malah jadi lupa sama kuliah yang menjadi
cita-cita harga mati yang tidak bisa di nego lagi. Hingga sekarang ia pun tetap
menjalankan aktivitas kampusnya di bulan keenam kehamilannya. Tetap semanngat
terus ya mbak,.. J
Terus selain itu tentang kelas mahasiswa yang
di sediakan kampus bagi karyawan yang
bekerja di sebuah perusahaan. Jika anda di Tanya atau di tawarkan menjadi salah
satu mahasiswanya? Apa pendapat anda? Menerima atau menolaknya?. L..???? sering kali kelas karyawan di
sebut kelas eksekutif. Seperti sebuah istilah yang begitu sangat di spesialkan
dan terkesan mahal. Seperti kamar eksekutif, tiket eksekutif pasti sangat jauh
berbeda feenya (biaya) di banding kelas biasa (regular). Terus bedanya antara
kamar eksekutif dengan kelas eksekutif di kampusan itu apa? Its,.. inilah letak
perbedaannya. Jika di kamar eksekutif anda mendapatkan service ekcellent atau
fasilitas mewah. Tapi kalau di kelas karyawan (eksekutif) tidaklah demikian,
mahasiswa kelas eksekutif sering sekali di beda-bedakan porsi pelajaran dengan
anak regular. Kelas dan fasilitas yang seharusnya special dan high class
berbanding terbalik. Mereke cenderung di perlakukan sebagai mahasiswa yang
seolah hanya bermain main di kampusnya. Mereka sangat di manjakan dengan
tugas-tugas mudah yang hanya di berikkan dalam rentan waktu yang lama dengan
waktu pengumpulannya yang juga lama. Para mahasiswa eksekutif juga sering
sekali terkesan main-main dalam jam perkuliahan. Banyak tugas yang sering di
buat asal-asalan. Presentasi yang terkadang terisi dengan gelagak tawa
terbahak-bahak.
Tapi namun demikian, kelas eksekutif
tetaplah menjadi kelas terfavorit dari tahun ke tahun. Ia tak akan pernah
kehilangan calon mahasiswa. Dan bisa di pastikan dari tahun ke tahun jumlah
peminatnya akan terus bertambah. Mengapa demikian,? Iyaaaa… karena semakin ke
sini manusia semakin mencintai hal-hal yang bersifat serba Instan. Tidak heran
jika kuliah pun mereka banyak memilih kelas yang di nilai instan, seperti kelas
eksekutif yang tidak terlalu rumit system perkuliahannya.
Kemudian tentang mahasiswa yang kuliah di
kelas eksekutif. Menurut anda apakah mahasiswa nya pintar-pintar ataupun
sebaliknya? . iya itu semua juga kembali
kepada mahasiswa itu sendiri. Mau pintar atau mau bodoh. Tapi pada umumnya
mereka sudah memiliki keahlian masing masing kawan. Mereka kan sudah punya
pekerjaan dan ahli di bidang pekerjaan yang mereka geluti. Tapi kalau pintar
terhadap mata kuliah yang di berikan di
kelas. Ada sebagian mahasiswa yang memang pintar. Bahkan mengalahkan
kejeniusan mahasiswa kelas regular sekalipun. Aku jadi teringat seorang teman
di kelas eksekutif yang pernah ku temui. Ia termasuk salah satu mahasiswa yang
jenius bisa di katakan seperti itu. Semua soal bisa di selesaikan dengan cepat
dan tepat. Tapi nasib dia kurang bagus dia hanya aktif di semester satu dan dua
saja. Setelah itu keberadaannya menghilang seperti di telan bumi. Ia berhenti
kuliah.
Ya itulah cerita tentang mahasiswa yang
pernah ku temui di kelas eksekutif.
Sebuah pesan bagi engkau seluruh temanku. Jangan pernah mau dan mencoba
masuk ke dalam kelas eksekutif. Lebih baik masuk dan kuliah di kelas regular
dan raup ilmu sebanyak banyaknya kawan.

Komentar
Posting Komentar