Alam & Kasihnya Ilahi

Hidup akan terasa sulit bagi orang yang berfikiran sempit.
Dunia akan selalu hampa bagi orang yang tak mengerti hakikat hadirnya teman
Jiwa akan terasa rapuh bagi pribadi yang tidak mengenal Iman
Langkan akan terasa asing bagi orang yang tak berilmu.

Hidup begitu indah Teman. Yakinlah.

Pagi yang indah. Senyuman pertama. Salam semangat di sebar sang surya bagi seluruh penghuni sudut sudut kolong bumi. Kicau burung juga tak ingin tertinggal menyuarakan kegirangan  pagi nan cerah. Alam begitu amat serasinya. Rumput hijau nan segar bila di lihat oleh mata. Langit biru yang amat cerahnya di selubungi cahaya sang surya berwarna kekuningan. Nyiur daun kelapa yang bergoyang lembut terkena angin sepoi. Subhanallah Walhamdulillah Walailahaillahu Allahuakbar.
Aku terdiam, duduk terpaku melihat semua penciptaan yang luar biasa ini. Tidak ada satupun keganjalan yang tersirat padanya. Begitu asri memiliki satu kesatuan yang menjadikan satu sama lain semakin hidup. Alam merupakan bukti fisik yang begitu nyata, begitu dekat dengan sang makhluk. Tapi namun demikian, sering sekali manusia luput dengan semua tanda-tanda kebesarannya itu. Cinta dunia dan segala seluk beluk kehidupan membuat manusia menjadi makhluk yang egois hanya menjadikan alam sebagai alat pemuas kebutuhan untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan tanpa berfikir akibat yang mereka timbulkan atas segala tindakan mereka. Mereka tega merusak keindahan penciptaan Ilahi hanya karena nafsu dunia menginginkan materi yang berlimpah.
Jika di kaji secara akal sehat. Alangkah sedih dan murungnya Ilahi melihat tingkah sang makhluk. Dia sang pengasih dengan sifatnya yang maha mengasihi makhluk ia ciptakan alam yang asri dengan semua isi yang manfaatnya bisa dengan mudah di gunakan manusia untuk menyambung kehidupannya. Sang Khalik tidak pernah meminta imbalan atas semua penciptaannya itu. Satu yang di inginkannya bahwa manusia bisa memelihara dan melestarikan semua itu untuk kehidupan manusia yang lainnya yang akan hidup di tahun-tahun yang akan datang. Tapi alangkah gegabahnya ia malah merusaknya. Bukan beterima kasih.
Disisi lain terkadang aku juga salut dengan beberapa komunitas muda yang dengan semangat dan kegigihannya menyuarakan penghijauan dan perbaikan alam.  Meski mereka tahu bahwa mungkin saja suara mereka itu hanya di anggap sebagai angin lalu oleh masyarakat pada umumnya. Mereka tetap saja istiqamah. Mereka tetap saja semangat menjalani aktivitas go green nya mereka. Subhanallah tetap semangat ya teman.
*****
Banyak komposisi dari alam yang dapat kita ambil hikmahnya. Pada pag ini akmenganbil ibroh dari keberadaan tanaman padi di sawah. Sebelumnya saya memang banyak sekali mendengar atau pun membaca tentang kelebihan yang bisa di ambil dari padi.
Tentang padi yang semakin tua semakin merunduk.
Aku bercermin dengan diriku sendiri. Terkadang dalam kehidupan sehari-hari aku sering sekali menemukan orang yang semakin  berpangkat, semakin kaya, ataupun semakin pintar menjadi semakin sombong ataupun semakin angkuh. Mereka kurang menyadari bahwa semua yang mereka miliki itu merupakan anugrah yang di beri sang Ilahi 


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Mencintai dari Seekor Cicak

Di Balik Asa Yang Tak Terbiasa (II)

Inilah Expressi Cintaku,,,