Episode Muhasabah Diri
Episode Muhasabah Diri
Medan, Sabtu 15 juni 2013
Banyak sekali hal yang mungkin
terbenak di hati namun tak sampai terucap oleh lidah yang kelu.
Namun juga tak sedikit kata kasar
yang lancang terdengar dari mulut
sehingga membuat luka hati yang lembut sehingga menghilangkan kepercayaan dan
hancurnya sebuah jalinan persahabatan
Paku yang sudah melukai pagar
bambu membuat pagar bambu tidak bisa
kembali menjadi bambu yang fisiknya utuh lagi.
Luka yang sudah mengoyak kulit
membuat kulit tidak bisa kembali pada keadaan semula. Meski sudah sembuh
lukanya. Namun hitam noda bekas lukanya tetap saja kelihatan. Membuat kulit tak
seindah bentuk aslinya.
Layaknya manusia yang sudah di
lukai hatinya. Meski ia sudah memaafkan. Namun tetap saja kepercayaan, cinta
kasih pastilah tidak bisa kembali seperti keadaan semula.
Astaghfiirullah …
Tidak ada hal lain yang bisa di
lakukan oleh si pembuat luka selain meminta maaf pada dia sang korban terluka
dan pastinya memohon ampun pada sang Khalik. Tapi apakah ridho sang Khalik
Allah SWT memaafkan jika sang hamba, korban terluka masih tak juga memaafkan.
Huh malangnya nasib sang pembuat
luka. Harusnya berfikir dahulu baru bertindak.
Mengikuti Bisikan sang Syaitan yang membuat semuanya hancur. Emosi
terkadang bisa membuat seorang lupa akan apa yang sudah terucap oleh lisan.
Memang benar kata orang mulut mu
harimau mu,
Tapi tetap saja tak menurutinya.
Sebutir kata candaan yang keluar
dari mulut pun seolah garing rasanya.
Tak berasa lucunya apalagi
akrabnya.
Akankah bisa hidup tenang si
pembuat luka tanpa keikhlasan maaf dari sang terluka.
Ya Allah , Ya Ghafur ,..
Ampunilah Dosa sang pembuat luka ini.
Meski ku tahu semuanya tak kan
bisa kembali seperti dahulu lagi.
Namun berilah kesempatan baginya
untuk bisa memperbaiki diri,…

Komentar
Posting Komentar