Minggu-Minggu Terakhir
Jam sudah menunjukkan tengah malam. Tapi kedua mata
ini masih belum mau terpejam. Suasana sepi, sunyi, senyap semakin mengisi ruang
kamarku yang hanya berukuran 4x4 m ini. Kurang lebih sejak enam bulan yang lalu
aku tinggal sendirian di ruko ini. Teman yang biasanya tinggal bersamaku
memilih pulang pergi setiap harinya karena beralasan ingin menemani neneknya
dirumah. Semenjak tinggal sendiri hal
seperti ini sering terjadi. Dan yang paling parah adalah kejadian seminggu
belakangan ini. Hampir setiap harinya aku susah untuk memejamkan mata. Dengan
melakukan berbagai cara mulai dari baca buku, buka laptop, nonton dan lainnya
hingga akhirnya mata ini baru terpejam lewat dari jam dua malam. Pelik, mau
istirahat saja sesusah ini kurasa.
Sambil menghayal dan menatap langit-langit kamar
sebelum tidur. Tiba-tiba aku teringat kejadian hari ini. Entah kenapa aku
terlalu sensitif hari ini di sekolah. Aku pun tak menyangka bisa sebegitu
sedihnya hari ini. Padahal aku selalu menunggu-nunggu saat ini.
Hari ini aku mengajar di tiga kelas yang berbeda
jurusan. Subjudul yang kuajarkan hari ini tentang Rotasi pada konsep
Transformasi matematika. Tidak ada yang aneh dan janggal sebenarnya dengan
materi dan sikap anak hari ini. Semuanya berjalan normal dan lancar. Kupandangi
satu persatu wajah anak-anakku di setiap kelas. Dan perasaan sedihpun memenuhi
hati. Wajah lugu mereka yang hampir dua tahun membersamai hari-hariku. Tak lama
lagi, kurang lebih hampir dua minggu lagi. Aku akan sulit dan jarang melihatnya. Wajah yang terkadang mengundang
banyak ekspresi pada diri ini. Mereka sering membuatku marah, jengkel bahkan
putus asa. Tapi tidak sekali mereka melukiskan banyak senyum dan tawa di wajah
ini. Terkadang dengan hadirnya mereka diri ini merasa bermanfaat, mereka dapat
mengembangkan rasa percaya diriku, rasa dibutuhkan, dan rasa dimiliki. Aku
pasti sangat merindukan mereka.
Tahun ini mereka harus praktek kerja lapangan lebih
lama dibandingkan kakak kelas mereka yaitu enam bulan. Hampir setengah tahun
aku akan jarang menjumpai mereka. Setlah selesai nanti mereka akan langsung
duduk di kelas tiga. Sudah pasti aku tidak akan bertemu di kelas lagi dengan
mereka. Karena aku hanya mengajar di kelas dua. Terkhusus untuk kelas spesial
ku sejak setahun yang lalu yaitu TKJ. Memang benar kata orang. Anak yang bandel
itu bakalan ngangenin. Iya aku pasti bakalan kangen sama tingkah kalian. Mulai
dari rebut-rebutan dan tuduh- tuduhan mencuri pulpen, Izin kekamar mandi yang
taunya kekantin, datang ke sekolah harus nongkrong dan ngobrol dulu di parkir, geleng-geleng
dan goyang-goyang kepala bareng, dan banyak tingkah khas kalian yang terkadang
kalau diingat rasanya jadi lucu. Ternyata begini rasanya jadi guru. Semoga saja
semua anak-anakku mendapatkan kemudahan dan kesuksesan dalam prakteknya.
Langsa, 21 February 2019
#catatanguruhonor
Langsa, 21 February 2019
#catatanguruhonor

Komentar
Posting Komentar