Taman Syurga
Mendengar istilah taman pastilah seketika pikiran
kita di bawa kepada sebuah keindahan bunga yang harum mewangi, pemandangan yang
asri, suasana yang segar, air mancur, kicauan burung dan beberapa keindahan
lainnya. Apalagi taman itu terletak di syurga. Subhanallah. Bahkan yang
terlintas di benak kita melebihi ekspektasi keindahan taman di dunia. Mulai
dari pohon yang rindang, yang buahnya tumbuh lebat dan mudah di petik,
bidadari-bidadari bermata jeli yang suci, beraneka makanan dan minuman yang
lezat yang seketika akan hadir dihadapan ketika kita meminta. Subhanallah
walhamdulillah walailaha ilallahu allahu akbar.
Tahukah kalian taman syurga itupun ada didunia? Dan
Rasulullah sendiri yang mengundang para umatnya untuk senantiasa menghadiri
taman-taman syurga dalam keadaan luang maupun sempit. Inilah undangan
Rasulullah melalui dalilnya
"Jika
kalian melewati taman syurga maka berhentilah. Mereka bertanya "Apakah
taman syurga itu?" Beliau menjawab. "Halaqah dzikir (majelis ilmu)"
(HR. At-Tarmidzi)
Tanpa kita sadari kita sering melalaikan undangan mulia
Rasulullah tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Atas alasan sibuk dan lain
sebagainya. Padahal taman syurga itu sangat bermanfaat untuk menghadirkan
kesegaran secara ruhiah kita. Karena ruhiah kitapun harus selalu diberi asupan
makanan melalui ilmu yang bermanfaat. Ia hadir untuk merefresh dan mencharger
keimanan kita yang sering naik turun agar tetap stabil dan jauh dari kefuturan.
Qadarullah jumat siang kemarin Allah mentakdirkan
saya dan rekan-rekan kerja saya untuk dapat menghadiri taman syurga dan undangan
Rasulullah tersebut. Pada kesempatan kali ini kami di beri pemahaman tentang
Ma'rifatullah (Mengenal Allah).Astaghfirullah kami menyadari ternyata pemahaman
kami tentang islam sangatlah sedikit.
Ada beberapa hal yang dapat dirangkum dari pertemuan
kemarin (supaya tidak terlupakan akhirnya aku memutuskan untuk mengabadikannya
di blog ini). Bahwasannya ternyata mengenal Allah (Ma'rifatullah) berfokus
kepada pengenalan terhadap Allah sebagai Rabb (Maha Pencipta, Penguasa atas
makhluk dan alam semesta). Mengenal Allah dapat dilakukan melalui tiga cara,
yaitu secara Qauliyah, Qauniyah, dan Fitriyah.
Secara Qauliyah artinya mengenal Allah melalui dalil
naqli. Maksudnya kita mengenal Allah melalu firmannya didalam Al Qur'an.
Mengenal sifat-sifatnya, nama-namanya, dan lain sebagainya. Secara Qauniyah
maksudnya kita mengenal melalui bukti
fisik berupa makhluknya dan alam semesta yang terbentang luas. Padanya terdapat
keseimbangan dan keserasian. Dan terakhir secara fitriyah yaitu secara fitrah
melalui dalil fitrahnya
Ada sebuah kisah yang menarik tentang dalil fitrah
ini dan kisah ini belum pernah aku dengar sebelumnya. Dalam firmannya Allah
berkata
"Dan ingatlah, ketika Tuhanmu mengeluarkan
keturunan anak-anak Adam dari sublbi mereka dan Allah mengambil kesaksian
terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah aku ini Tuhanmu ?"
Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi".
(Kami lakukan yang demikian itu) agar
dihari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah
orang-orang yang lengah terhadap ini (Kesaan Tuhan)"(Qs: Al-A'raf:172)
Masyaallah. Ternyata sejak didalam rahim ibu juga
kita sudah memberi kesaksian bahwa kita mengakui Dia sebagai Tuhan kita. Itu yang
dikatakan kesaksian fitrah (Suci). Oleh sebab itu bayi yang lahir selalu
dikatakan dalam keadaan suci (fitrah). Bahkan yang beragama nasrani, budha saat
inipun dahulunya saat dirahim ibunya sebenarnya juga bersaksi bahwa Allah
sebagai Tuhannya. Hanya saja setelah lahir mereka mengikuti agama dan keyakinan
dari keluarga ataupun lingkungannya.
Dan ada satu kisah lagi yang baru aku dengar. Yaitu kisah
umat di zaman nabi Ibrahim. Ternyata dahulu umat nabi Ibrahim membuat Tuhan
menjadi sebuah roti atau makanan. Dengan tangannya sendiri mereka mengadoni
setiap bahan menjadi makanan dan setelah jadi mereka sembah. Saat permintaan
mereka tidak terkabul (ya jelas saja roti mana bisa mengabulkan permintaan
manusia). Mereka akan memakannya dengan marah dan geram. Terkadang lucu juga.
Bersyukur kita sebagai umat islam diberikan Aqidah dan adab beribadah yang
begitu mulia.
Alhamdulillah wasyukurillah. Ternyata benar adanya.
Mengahdiri taman syurga itu memberikan banyak manfaat bagi ruhiah dan akal
kita. Iman kita menjadi bertambah dan semakin mengenal Rabb yang memiliki dan
menguasai seluruh kehidupan di alam semesta. Jadi jika memiliki waktu luang
sangat disarankan untuk dapat menghadiri taman-taman syurga yang ada didunia.
Agar keindahannya dapat tertular di jiwa ruhiah kita.
Langsa, 23 Februari 2019
Nurul Fajriah Nasution, S.Pd
#ResumeMentoring

Komentar
Posting Komentar