Postingan

Motivasi Terbesar

Gambar
Ada secarik kisah yang terukir malam ini. Di tengah kesunyian malam hanya terdengar hiruk pikuk suara kendaraan di luar sana. Aku masih di sini di dalam kamar mungil ku ini. Kamar yang sekaligus kantorku, sekaligus tempat makanku, dan juga gudang penyimpanan segala macam kepunyaanku. Sebuah markas tempat munculnya ide, air mata, mimpi dan rindu. Sering kali aku berbuat sesuatu dengan barometer penilaian orang lain. Bukan sekali aku menjadi orang lain agar bisa di nilai sempurna di mata orang. Seperti kata Aa Gym aku telah menuhankan manusia   dan dunia. Astghfirullah. Dengan seribu topeng ini orang juga pada akhirnya paham bagaimana karakter asli diriku ini. Busuk, Sebuah kata yang pantas di labeli pada diriku. Dahulu niat suci itu sempat muncul dan menjadi tagline ku. Aku ingin menebar manfaat walaupun keringatku tak di gaji sekalipun. Tapi lama kelamaan karena sebuah pujian dan kepentingan cari muka dan lain sebagainya. Seolah kata dan niat suci itu ku kotori dan perl...

20 April

Gambar
Ini dia ternyata rasanya. Aku bahkan baru pertama kali merasakannya selama hidup. Dan aku tak ingin merasakan hal yang sama seperti ini kedua kalinya. Ini hari adalah hari ulang tahunku yang ke-26. Sebenarnya tidak ada persiapan spesial yang ku sediakan menuju hari ini. Aku ingin menjalaninya secara biasa. Tetapi karena ada ajakan dari muridku dan kebetulan akupun belum mengambil cuti tanggal merah. Akhirnya aku memutuskan untuk libur kerja seharian dan bermain main sekitar kawasan peureulak dan langsa hari ini. Pagi-pagi aku sudah mempersiapkan diri. Pergi jam tujuh pagi langsung bertolak ke Sekolah untuk sekedar mendapatkan info terbaru dan alhamdulillah waktuku produktif di sekolah karena bisa membantu panitia wisuda bagian seksi acara. Meski hanya melipat surat undangan, menggunting, menempel dan prihal sepele lainnya. Tetapi alhamdulillah aku merasa waktuku produktif sambil menunggu anak muridku menjemputku untuk datang ke tempat pertemuan yang telah kami sepakati. Siang itu...

Barisan Minimalis

Dari kejauhan terdengar suara lantang sang pemimpin upacara sebagai instruksi kepada seluruh peserta upacara untuk merapikan barisannya. Pagi itu barisan dipimpin oleh Kiki, siswa kelas XII AP1. Dari depan kantor terlihat barisan siswa yang sangat minimalis. Hanya terdiri dari tiga shaf barisan kebelakang saja. Terasa berbeda dari senin-senin sebelumnya. Senin ini tanggal 11 April 2019 adalah upacara pertama sekolah ini setelah di tinggal siswa kelas XI yang berangkat PKL di tempat masing-masing. Upacara hari ini lebih tepat dikatakan apel pagi saja. Karena urutan-urutan acaranya hanya menyiapkan barisan dan mendengarkan amanat Pembina upacara. Barisan peserta apel hanya terdiri dari siswa kelas X dan sebagian kecil kelas XII. Sebagian besar siswa kelas XII sibuk mempersiapkan diri di depan Lab TKJ, AP dan AK karena tepat pukul 08.00 wib mereka akan melaksanakan ujian Try Out UNBK. Sebagian dari mereka ada yang membaca kumpulan soal-soal, ada yang sibuk membuka handphone, sebag...

Gagal Jadi Petugas

Gambar
Hari yang di tunggu akhirnya datang juga. Pada hari Senin, 4 Maret 2019 pasukan XI Ak akan menunjukkan kepiawannya menjadi petugas upacara bendera. Persiapan demi persiapan pun di lakukan untuk menampilkan performa terbaik mereka. Mulai dari pemilihan siswa dengan bakat terbaik sampai latihan upacara di tengah panas matahari tepat pada jam pelajaran terakhir. Semua itu mereka lakukan agar dapat menampilkan upacara bendera terbaik. Pada persiapan upacara bendera kali ini mereka menunjukkan antusias yang tidak biasa di bandingkan upacara-upacara sebelumnya. Karena kali ini adalah upacara pertama mereka saat menjadi siswa kelas dua. Terakhir kali mereka pernah mendapat tugas menjadi petugas upacara di semester satu lalu. Tetapi tidak jadi tampil karena pelaksanaan upacara yang bersamaan dengan peringatan hari kemerdekaan RI. Meski sudah melakukan persiapan dengan matang tetapi akhirnya mereka tidak jadi tampil. Saat itu terlihat jelas rona kekecewaan di wajah personil XI Ak. Karena s...

Mengukur Diri

Gambar
Perjalanan hidup   terkadang mengantarkan manusia kepada zona paling tinggi, di elu-elu, di hormati, dan di sanjung dengan berbagai pujian. Kapanpun dan dimanapun semua orang ingin bersamanya. Sebab kesetiaan atau hanya menumpang popularitas. Namun tak jarang manusia harus rela tercampak kedasar kehinaan seketika setelah mendapat berbagai penghargaan. Hanya dalam hitungan detik mereka yang katanya sahabat sejati, penggemar berat, bahkan saudara satu persatu mundur teratur meninggalkannya. Aduhai dunia, fatamorgana yang begitu melenakan. Pesona harta, tahta, dan   jabatan begitu menyilaukan mata. Semua orang rela melakukan apa saja. Bahkan hingga merelakan jati dirinya untuk meraup semua harta dan pujian manusia. Seperti yang di katakan Ustadz Aa Gym, hakikat harta hanya tiga hal sederhana yang sangat mudah dipahami. Yang dimakan menjadi kotoran, yang dipakai menjadi usang , dan yang disedekahkan di jalan Alloh Swt menjadi berkah. Dan tentang pujian. Tahukah engkau pujia...