Barisan Minimalis


Dari kejauhan terdengar suara lantang sang pemimpin upacara sebagai instruksi kepada seluruh peserta upacara untuk merapikan barisannya. Pagi itu barisan dipimpin oleh Kiki, siswa kelas XII AP1. Dari depan kantor terlihat barisan siswa yang sangat minimalis. Hanya terdiri dari tiga shaf barisan kebelakang saja. Terasa berbeda dari senin-senin sebelumnya.

Senin ini tanggal 11 April 2019 adalah upacara pertama sekolah ini setelah di tinggal siswa kelas XI yang berangkat PKL di tempat masing-masing. Upacara hari ini lebih tepat dikatakan apel pagi saja. Karena urutan-urutan acaranya hanya menyiapkan barisan dan mendengarkan amanat Pembina upacara. Barisan peserta apel hanya terdiri dari siswa kelas X dan sebagian kecil kelas XII. Sebagian besar siswa kelas XII sibuk mempersiapkan diri di depan Lab TKJ, AP dan AK karena tepat pukul 08.00 wib mereka akan melaksanakan ujian Try Out UNBK. Sebagian dari mereka ada yang membaca kumpulan soal-soal, ada yang sibuk membuka handphone, sebagian lagi ada yang masih tertawa riang sana sini padahal ujian akan segera dilakukan.

Apel pagi ini terasa seperti dadakan dan memaksakan. Sebenarnya hampir tidak dilakukan tetapi berhubung ada permintaan dari personil polisi perwakilan dari Polsek yang ingin melakukan sosialisasi terpaksalah apel ini dilakukan. Perwakilan dari polsek hari ini hadir tiga orang. Salah seorang dari mereka menjadi pemberi amanat, satu orangnya lagi berdiri siaga di samping pemberi amanat dan satunya lagi sibuk mengambil foto dari berbagai sudut lapangan sampai pada barisan siswa.

Ada dua point penting yang menjadi inti dari amanat bapak polisi pagi ini. Yang pertama tentang bahaya hoaks dan ketertiban lalu lintas. Pada point pertama ia mencoba menjelaskan bahaya berita hoaks apalagi saat musim pemilu seperti sekarang. Banyak sekali fakta di kaburkan hanya karena foto editan, tanda tangan di palsukan, dan bahasa yang di lebih-lebihkan. Selain itu tentang ketertiban lalu lintas. Ia tidak bosan bosannya menjelaskan tentang kecelakaan sepeda motor yang korbannya sering di dominasi oleh anak muda usia sekolah terkhusus tingkat atas. Ia juga menghimbau semua siswa untuk melengkapi atribut berkendaraan mulai dari helm hingga surat surat izin berkendaraan.

Selain barisan siswa yang terlihat minimalis. Barisan dewan guru juga tidak kalah minimalis. Kurang dari sepuluh orang guru yang mengikuti apel hari ini. Salah satu penyebabnya juga masih berhubungan dengan siswa kelas XI yang PKL dan siswa kelas XII yang sedang ujian. Hari senin ini terasa kurang semangat masuk sekolah. Kantor sepi hanya terlihat beberapa guru saja. Tetapi mungkin suasana ini akan berubah di minggu depan.Semoga barisannya penuh dan tidak terlihat minimalis lagi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Mencintai dari Seekor Cicak

Di Balik Asa Yang Tak Terbiasa (II)

Inilah Expressi Cintaku,,,