Mesjid Terfavorit
Senja semakin menampakkan wajahnya. Sang surya
perlahan-lahan mundur bersembunyi di balik cakrawala. Satu persatu burung
menghinggap di kubah mesjid, sebagian lagi terbang bergerombolan pulang ke
sarangnya. Langit sedikit demi sedikit di tutupi awan kelabu yang semakin pekat. Malam menyelinap dan kegelapanpun hadir menyelimuti bumi.
******
Setibanya di masjid, kami langsung memarkirkan sepeda motor di halaman
sebelah kiri mesjid. Ternyata kami adalah orang pertama yang memarkirkan sepeda
motor sore ini karena halaman parkir masih kosong. Dari Loudspeaker mesjid
terdengar suara lantunan ayat suci Al-Quran yang dibawakan oleh sang Qori
bersuara merdu. Rasa nyaman, tenang merasuk jiwa kami. Al-quran seolah menularkan
hikmahnya bagi relung jiwa hati kami yang kosong. Sungguh suasana damai yang
tidak akan di temukan di tempat lain.
Selalu saja timbul rasa rindu dan takzim saat berada di
hadapan Mesjid. Hal yang sama juga terjadi sore ini. Di hadapan Mesjid
Baiturrahim ini kami merasa dekat sekali dengan Nya. Jelas saja saat ini kami sedang
berada di halaman rumahnya Allah tempat yang sangat mulia. Seolah-oah saat ini
Allah sedang menyambut dengan ramah kami. Rasanya tidak kuasa menghadap-Nya dengan
kondisi jiwa raga yang berlumur dosa seperti ini. Ingin sekali meluahkan semua
keluhan dan beban di hadapannya. Allah kami ingin mengadu di hadapanmu, di
rumah sucimu.
Lima belas menit setelah kami sampai, satu persatu sepeda
motor mulai memasuki halaman parkir dan memenuhinya. Terlihat ikhwan dan akhwat
yang langsung berjalan menuju ke kamar mandi untuk berwudhu. Sayup-sayup
terdengar suara muazin yang melantunkan
shalawat sebelum mengumandangkan Adzan. Masyallah suasana yang menenangkan mata
dan hati yang merasakannya. Hati seolah berisi penuh dengan intropeksi atas
semua dosa. Tiba tiba tanpa izin terselip dalam naluri rasa takut mati, pedihnya
azab neraka, merinding rasanya tanpa sadar air mata ingin tumpah.
Setelah mendeham beberapa kali. Sang Muazin mantap
melantunkan Azan sebagai pertanda waktu shalat Magrib telah masuk dan segera didirikan shalat magrib
berjamaah. Jamaah semakin membanjiri halaman parkir Mesjid. Setelah dilantunkan
Iqamah seperti mendapatkan perintah dari Komando terbesar, Jamaah dengan sigap
langsung merapikan dan merapatkan shaf barisan shalat. Dan Shalat magrib pun
dimulai.
Hari ini Mesjid Baiturrahim di penuhi para jamaah yang
berasal dari kota Langsa dan luar kota Langsa. Terlihat beberapa jamaah
merupakan musafir yang menumpang shalat sekalian membersihkan diri. Jamaah
laki-laki yang mengikuti imam shalat Magrib terdiri dari enam shaf penuh dan
satu setengah shaf yang diisi oleh barisan anak-anak. Sedangkan jamaah
perempuan terdiri satu shaf penuh. Diantara para jamaah terlihat juga sebagian
yang masbuk dalam jamaah shalat magrib hari ini.
Bagiku Mesjid Baiturrahim ini adalah mesjid spesial di kota
Langsa ini. Sebuah mesjid dengan desain yang khas, warna chat hijau dan krem
menyegarkan mata yang memandangnya. Mesjid ini terdiri dari dua lantai. Tidak
ada dinding yang mengelilinginya. Mesjid ini hanya terdiri dari tiang-tiang
besar nan kokoh. Kamar mandi dan tempat wudhu untuk perempuan dan laki-laki luas, bersih
dan terawat. Semua unsur mesjid ini terpelihara dengan baik. Seolah tidak ada
cacat dimataku. Muazin dan Imam di sini pun memiliki suara yang merdu. Pantas
saja jika setiap waktu shalat jamaah selalu memenuhi mesjid ini. Sebuah
gambaran mesjid yang makmur.
Tiba-tiba teringat Mesjid Al Jihad yang terletak di Kota
Medan. Mesjid Al-Jihad adalah sebuah mesjid favorit ku saat merantau di kota
Medan dulu. Kriteria yang di milikinya nyaris sama dengan mesjid Baiturrahim
yang ada di Langsa. Fasilitas yang lengkap dan terpelihara juga Imam dan Muazin
yang Hafidzh Qur'an. Tetapi ada satu hal pembeda yang dimiliki mesjid Al-jihad
di bandingkan Mesjid Baiturrahim. Mesjid Aljihad merupakan Basecamp dakwah anak
muda Kota Medan. Beberapa anak muda Medan mengatakan ini Mesjid juang, Mesjid
Cinta, dan sebagian lagi mengatakan ini Mesjid Reuni. Banyak Ikhwan dan akhwat
bertemu dengan jodohnya karena berada dalam komunitas yang sama di mesjid ini.
Di mesjid ini juga sering diadakan event-even jihad anak muda Medan dan tempat
berkumpulnya lintas komunitas anak muda islam seperti Pejuang Shubuh, klik,
sahabat hijrahku, KFFM, dan banyak juga lainnya. Selain itu mesjid ini juga
tempat yang paling cocok dijadikan tempat reuni setelah tidak bertemu lamanya
karena mudah di akses dan di kenal hampir seluruh kalangan aktivis muda. Nuansa
anak muda memenuhi unsure mesjid ini.Dahulu paling tidak sebulan sekali aku dan kedua temanku Kak Juli, Uwi dan Afsah sering mengunjungi mesjid ini. Kami biasanya datang selepas pulang kerja. Kami mempunyai waktu satu sampai dua jam sebelum adzan shalat magrib di kumandangkan. Biasanya kami mengisinya dengan Makan pecel, Duduk di teras mesjid sambil curhat dan muhasabah, saling murajaah, dan terkadang kami memilih untuk beri'tiqaf.
Allah selalu memberikan keutamaan bagi setiap hambanya yang shalat berjamaah di mesjid. Bagi setiap jamaah yang shalat berjamaah di mesjid sudah dapat di pastikan mereka mendapatkan keutamaan shalat tepat pada waktunya. Selain itu dengan shalat berjamaah rasa persatuan, kepedulian, kekompakan dan kerukunan dapat terjalin. Karena dakwah dan tolak ukur keberhasilannya salah satunya dapat dinilai dengan eksistensi mesjid bagi masyarakat sekitarnya.
Mesjid memang selalu menjadi tempat pulang yang paling menentramkan. Tempat pulang dari semua kelelahan setelah seharian bekerja, tempat pulang dan mengadu atas semua masalah, dan tempat pulang untuk mencari ketenangan dalam hidup.
Tentang sebuah kata yaitu "tempat pulang". Aku jadi teringat empat pesan penting yang disampaikan oleh Babe selaku Kepsek saat Wisuda SMKN Taman Fajar kemarin. Beliau ingin para wisudawan memegang empat pesan ini dan mempraktikannya dalam kehidupan. Empat pesan tesebut adalah
(1) Peganglah Islam sebagai agama tunggal sampai akhir hayat, jangan gadaikan Islam oleh apapun jua, (2) Bacalah semua jenis bacaan, Tetapi jangan pernah sekalipun melupakan untuk membaca Al-Qur'an dan mengamalkannya, (3) Pergilah kemanapun sampai keluar negeri, Tetapi jangan lupa pulang ke Mesjid dan jangan pernah tinggalkan shalat, (4) Jangan lupa menikah, Bebas memilih siapapun, dan jangan takut tidak mendapat rejeki. Empat nasehat singkat tetapi sangat dalam maknanya. Sangat berarti bagiku meski bukan berstatus wisudawan lagi.
Sebuah pesan buat saya dan kita semua, mari pelihara dan perindah semua mesjid dimanapun kita berada. Karena rumah-Nya begitu mulia. Masuk dan berdiam diri didalamnya saja memiliki pahala besar apalagi mampu memakmurkannya. Selain itu pemuda yang hatinya terikat dengan mesjid adalah pemuda yang dijamin Allah akan masuk kedalam Surganya. Jadi Ayo Ramaikan Mesjid Kita.
Langsa, 24 April 2019
Sebuah pesan buat saya dan kita semua, mari pelihara dan perindah semua mesjid dimanapun kita berada. Karena rumah-Nya begitu mulia. Masuk dan berdiam diri didalamnya saja memiliki pahala besar apalagi mampu memakmurkannya. Selain itu pemuda yang hatinya terikat dengan mesjid adalah pemuda yang dijamin Allah akan masuk kedalam Surganya. Jadi Ayo Ramaikan Mesjid Kita.
Langsa, 24 April 2019
Nurul Fajriah Nasution, S,Pd
Jrie Fajriah
View Of Mesjid Al-Jihad Medan








Komentar
Posting Komentar