Seminar Cinta ☺
Langkah kaki ini seakan ragu
untuk pergi ke acara itu. Tetapi aku punya waktu kosong hampir setengah hari di
sebabkan Rahma rekan kerjaku yang berhalangan masuk kerja hari ini akibatnya aku
terpaksa masuk siang menggantikannya. Jika tidak ku gunakan kemana-mana yang ada hanyalah
kesia-siaan.
Kurang dua hari yang lalu aku
mendapatkan sebuah proposal sponsorship dari sebuah komunitas remaja Islam kota
Langsa yang bernama KGR (Komunitas Generasi Rabbani). Sebuah komunitas yang
baru di bentuk kurang lebih setahun yang lalu tetapi semakin menunjukkan
eksistensinya di bidang dakwah remaja. Banyak sekali event-event anak muda yang
sudah mereka gagas. Setiap seminggu sekali mereka punya kajian khusus yang
terpisah antara ikhwan dan akhwatnya.
Dalam kesempatan kali ini mereka mengundang perusahaan tempatku bekerja sebagai sponsorship dalam acara seminar nasional yang bertema “Mencari Pasangan Hidup Ke Surga”. Biasanya sebuah kerjasama sponsorship mewajibkan perusahaan sponsor untuk memberikan sejumlah dana atau produk doorprize kepada panitia penyelenggara acara dan sebagai timbal baliknya perusahaan akan disediakan tempat/stand untuk berjualan dan mempromosikan produknya secara gratis. Tapi kali ini mendengar bahwa eventnya berbentuk seminar, aku langsung membatalkan bentuk kerjasama sponsorshipnya. Karena menurutku tidak ada kesempatan berjualan di acara tersebut. Semua peserta yang hadir hanya akan fokus mendengarkan materi yang dibawakan oleh pembicara. Selain itu seminar akan selesai sebelum waktu Shalat Dzuhur, sudah dapat dipastikan seluruh peserta akan langsung pulang untuk menunaikan waktu shalat Dzuhur dan makan siang. Tepat sekali pasti mereka tidak akan melihat apalagi membeli barang yang kami jual. Kali ini aku merasa keputusanku merupakan keputusan yang tepat.
Dalam kesempatan kali ini mereka mengundang perusahaan tempatku bekerja sebagai sponsorship dalam acara seminar nasional yang bertema “Mencari Pasangan Hidup Ke Surga”. Biasanya sebuah kerjasama sponsorship mewajibkan perusahaan sponsor untuk memberikan sejumlah dana atau produk doorprize kepada panitia penyelenggara acara dan sebagai timbal baliknya perusahaan akan disediakan tempat/stand untuk berjualan dan mempromosikan produknya secara gratis. Tapi kali ini mendengar bahwa eventnya berbentuk seminar, aku langsung membatalkan bentuk kerjasama sponsorshipnya. Karena menurutku tidak ada kesempatan berjualan di acara tersebut. Semua peserta yang hadir hanya akan fokus mendengarkan materi yang dibawakan oleh pembicara. Selain itu seminar akan selesai sebelum waktu Shalat Dzuhur, sudah dapat dipastikan seluruh peserta akan langsung pulang untuk menunaikan waktu shalat Dzuhur dan makan siang. Tepat sekali pasti mereka tidak akan melihat apalagi membeli barang yang kami jual. Kali ini aku merasa keputusanku merupakan keputusan yang tepat.
Tidak menjadi sponsorship bukan
berarti aku tidak bisa hadir ke acara tersebut. Karena memiliki waktu kosong
yang panjang hari ini aku putuskan untuk mengikuti seminar ini sebagai peserta
dari jalur umum. Selain itu, tema seminarnya “Mencari Pasangan Hidup” cukup menjadi magnet diri
ini terseret dalam acara itu. Hatiku berbisik “Siapa tau dapat tambahan ilmu
bekal berkeluarga”. Ikhtiar mempersiapkan diri terlebih dahulu sebelum bertemu dengan kekasih halal.
Pukul 8.45 aku sudah berada
didalam aula Cakra Donya Langsa tempat acara seminar yang akan aku ikuti. Aku langsung bergerak ke meja registrasi dan
membayarkan biaya registrasi sebesar Rp. 20.000. Semoga sejumlah uang ini dapat
digantikan dengan banyak pengetahuan baru yang belum pernah kudapatkan sebelumnya. Setelah itu aku langsung diarahkan panitia untuk duduk di bangku
peserta. Aku duduk di deretan kelima dari depan, sebuah posisi yang paling pas
menurutku. Aku berkenalan dengan dua gadis manis yang duduk di sebelah kiriku.
Mereka bernama Siska dan Icut. Mereka berasal dari Langkat dan sekarang bekerja
di Langsa. Ini bukan kali pertama bagiku pergi keacara seminar sendirian tanpa
teman. Sebelumnya aku sering nekat pergi seminar sendiri saat masih tinggal di
kota Medan dulu. Banyak manfaatnya juga karena kalau sendiri kita jadi fokus, tidak ada yang ngajakin ngobrol apalagi ngegosip.
Tepat pukul 9.15 Wib acara seminar ini dibuka oleh Kepala WH Langsa yaitu bapak Ibrahim Latif. Sebelumnya dimulai dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, shalawat, dan kata sambutan panitia. Acara puncak yaitu seminar di mulai setelahnya. Yang bertindak menjadi pembicara dalam seminar ini adalah Ustad DR. H Awalu Zikri, Lc,MA dan Ustad DR. Agustin Hanapi Lc, MA.
Entah Mengapa darah ini mengalir begitu kencang saat biografi kedua pembicara ini di bacakan oleh MC. Melihat pendidikan dan gelar yang mereka miliki diri ini rasanya ingin sekali bisa mengenyam pendidikan seperti mereka. Mereka berdua adalah alumni dari sebuah Kampus Al Azhar Kairo Mesir. Yang membedakan Ustad Awaluzikri meneyelesaikan pendidikannya sampai S3 di Mesir. Tetapi Ustad Agustin Hanapi hanya mengambil S1 nya saja di Mesir, S2 beliau selesaikan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan S3 nya diselesaikan di UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Dalam hati terdalam aku memanjatkan sebuah doa takzim berharap semoga suatu hari nanti Allah beri kesempatan untukku bisa mengenyam pendidikan seperti mereka.
Sebuah kesempatan emas bagiku
bisa menghadiri seminar luar biasa ini. Melihat tema yang tertulis besar diatas
tadi sudah pasti isi materi dari awal hingga akhir adalah tentang pernikahan.
Tiba-tiba memoriku terbawa pada keadaan setahun dua tahun yang lalu. Dulu saat
masih berstatus sebagai mahasiswa aku pernah bergabung dalam Komunitas anak
muda Medan yang diberi nama KLIK atau singkatan dari Klinik Nikah. Aku membayar
biaya pendidikan selama empat bulan sebesar Rp. 450.000. Sebenarnya awalnya aku
ragu untuk bergabung tetapi karena hasutan teman kerjaku bernama Uwi akhirnya
aku ikut juga. Dalam komunitas ini kami di wajibkan ikut kelas seminggu sekali selama empat bulan. Di setiap minggunya kami disuguhi materi yang berbeda-beda tentang pernikahan. Mulai dari memilih calon pasangan, proses ta'aruf, mualimah, ekonomi keluarga sampai pada masalah cerai. Alhamdulillah banyak sekali ilmu dan teman baru yang kudapat dari komunitas tersebut. Selain itu setahun yang lalu saat sudah pindah ke Langsa aku juka sudah pernah mengikuti seminar pernikahan yang di adakan oleh Komunitas Akhwat PKS. Jika di hitung-hitung sejak kuliah dulu kurang lebih sudah hampir tiga kali aku mengikuti seminar tentang pernikahan. Alhamdulillah semua rekan Komunitas KLIK dan Akhwat PKS sebagian besar sudah memiliki kekasih halal dan sebagiannya lagi sudah mempersiapkan pernikahan. Dan aku, Insyaallah aku juga akan menikah. Tetapi tiket ku sepertinya terlambat karena dapat cloter terakhir sepertinya☺
Karena tidak ingin seminar ini menjadi sebuah kesia-siaan belaka aku pun telah menyediakan sebuah buku notes dan puplen mygell untuk mencatat semua ilmu yang akan ku dengar. Aku pun mulai mendengar seminar sefokus-fokusnya yang aku bisa.
Semua resume seminar kali ini akan aku share pada postingaan selanjutnya.
Awalnya pertama kali menginjakkan kaki di ruangan ini. Aroma-aroma baper (terBAwa PERasaan) menghinggapi diri ini tanpa henti. Bagaimana tidak begitu masuk langsung di sambut dengan lagu religi yang romantis berjudul Istikharah Cinta. Dengan Loudspeaker yang merdu rasanya lirik lagu itu masuk kedalam kalbu begitu syahdu. Aduhai.. baper maksimal guys. Tapi itu sangat dilarang. Akupun kembali meluruskan niat dan mendengarkan pemateri. Datang ke acara ini untuk belajar bukan mau tebar pesona atau lirik sani sini lihatin ikhwan. Lurus., , Luruskanlah
Langsa, 21 April 2019
Minaz-zhulumaaati Ilan-Nuur..
"Dari Gelap Menuju Cahaya"
Tag Line RA Kartini
"Dari Kegelapan Menuju Terang Benderang"
Selamat Hari Kartini
Nurul Fajriah Nasution, S.Pd

Komentar
Posting Komentar